![]() |
| Pendampingan siswa Program PIP |
Cileles - Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan tunai pendidikan dari pemerintah yang diberikan kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK serta peserta didik di jalur pendidikan non-formal yang memenuhi kriteria tertentu. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti buku, seragam, sepatu, alat tulis, serta mendukung transportasi dan keperluan belajar lainnya.
Pada tanggal 13 Oktober 2025 Kepala Madrasah Tsanawiyah ikut mendampingi siswa Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025, Jadwal yang sudah di tentukan oleh pihak Bank karena membludaknya siswa yang sedang melakukan pencairan.
Setelah menerima data penerima manfaat PIP dari Kemenag Lebak, MTs Mathla'ul Anwar Cangkeuteukrebah segera melakukan Validasi Data dan kelengkapan data Kepada orangtua siswa sebagai syarat pencairan PIP, setelah data terkumpul maka pihak Madrasah melakukan Verifikasi ke pihak bank untuk selanjutnya mendapatkan Tanggal atau Jadwal Pengambilan, hampir 3 Minggu menunggu akhirnya pihak bank (BRI) Cabang Gunungkencana menelepon pihak madrasah untuk melakukan aktivasi sekaligus pengambilan Uang Tunai oleh siswa penerima manfaat.
Selain itu pihak lembaga khususnya kepala Madrasah harus ikut serta guna mendampingi para siswa dalam melakukan aktivasi. adapun jumlah penerima PIP sebanyak 28 orang dan dalam pengambilannya langsung dilakukan oleh siswa yang bersangkutan dan besaran nominalnya adalah Rp. 750.000/ orang.
Bantuan PIP 2025 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh anak bangsa. Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera cek nama kamu di situs resmi dan siapkan dokumen pencairannya!
Pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia-gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk masa depan yang lebih cerah.
"Program bantuan PIP dari pemerintah harus di prioritaskan untuk kebutuhan pendidikan, seperti Alat tulis, tas, sepatu, seragam dan sebagainya, karena banyak siswa yang selama ini tidak peduli dengan alat tulis bahkan seragam yang seharusnya dipakai sesuai aturan sekolah/madrasah, termasuk sepatu, masih banyak siswa yang mengenakan sendal saat pergi ke sekolah." Tambah kepala Madrasah dalam penyampaiannya kepada siswa.







